Jaringan Komunikasi


Apakah kalian tahu apa itu jarkom? Gue merasa perlu menjelaskan apa itu jarkom, karena menurut gue konsep jarkom ini sangat bagus, dan bisa bermanfaat buat kalian semua.
Di kampus gue menuntut ilmu, STAN, jarkom ini sangat jamak dipakai. Hal ini yang gak gue temui waktu dulu gue kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. Dari fakta inilah, gue berpikir bahwa Jarkom masih jarang digunakan, padahal sangat bermanfaat.

Jadi, apa itu jarkom? Jarkom itu singkatan dari Jaringan Komunikasi. Fungsinya yaitu ya buat komunikasi. Biasanya Jarkom digunakan dengan media sms. Tujuan dari dibuatnya jarkom adalah agar sebuah informasi dapat sampai ke semua orang dalam jaringan komunikasi yang dibuat, tanpa terkecuali dan tanpa ada yang terlewatkan, dengan setiap orang cuma perlu mengirim 1-2 sms.

Bingung?
oke, supaya jelas, perhatikan gambar di bawah ini. Disini gue ambil contoh jarkom suatu kelas yang berisi 34 orang.
Contoh Jaringan Komunikasi (Jarkom)

Nah, itulah yang disebut jarkom. Jadi, setiap ada informasi, orang yang ada paling atas (dalam gambar di atas adalah A), musti sms ke orang yang dibawahnya (B, C dan D). Dan orang yang dibawahnya, yang sudah mendapatkan sms informasi itu, harus sms orang yang dibawahnya juga. Begitu seterusnya sampai bawah. Simpel, tinggal forward sms. Nah, orang yang paling bawah ini (AI,AJ,AK,dkk), nantinya harus sms ke yang paling atas (A). Sms dari anggota terbawah ini adalah sebagai tanda bahwa informasi telah berhasil sampai ke semua orang dalam jaringan komunikasi.

Di STAN, jarkom ini utamanya dipakai untuk kepentingan perkuliahan. Dan yang berada paling atas adalah ketua kelas. Jadi, segala info, entah itu perubahan jadwal, dosen berhalangan mengajar a.k.a kuliah kosong, pengumuman tugas, serta pengumuman pengumuman lain, disebarkan melalui jarkom ini.

Menarik bukan? Kalau gak ada jarkom, setiap ada pengumuman, misalnya saja kuliah kosong, Apa iya si ketua kelas harus sms ke semua orang? Bisa miskin ketua kelas, gara gara duitnya habis buat beli pulsa. Kasihan. Masih bagus kalo semuanya dapat sms. Kalau ada yang terlewat? Lebih kasihan.

Selain untuk kepentingan kelas, penggunaan jarkom juga bisa diaplikasikan ke banyak komunitas. Semisal UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), kepanitiaan suatu event, atau bahkan teman-teman sekumpulan.

Mungkin pernah kalian berhasrat mengajak temen-temen kalian pergi. Nah, pasti kalian musti sms mereka satu per satu kan? Ribet banget. Dan yang jelas, boros. Mengapa tidak kalian membuat format jarkom sendiri. Kalau cuma untuk kelompok kecil, semisal 11 orang, 2 channel saja cukup. Pilih satu orang untuk jadi “petinggi” jarkom, alias orang yang berada di baris teratas jaringan. Perhatikan gambar di bawah, gue kasih contoh bikin jarkom untuk 11 orang.

Jarkom Sederhana

nah, jadi tiap ada yang mau buat acara atau ngajak jalan, tinggal sms si petinggi jarkom, yang kemudian bertugas meneruskan sms sesuai jarkom. Simpel. Itulah manfaat jarkom. Informasi dapat sampai ke semua orang dalam jaringan, tanpa ada yang terlewat, dengan lebih cepat dan hemat. Memenuhi unsur 3E, Efektif, efisien, dan ekonomis.

Dengan segala manfaatnya ini, gue jadi bertanya-tanya, siapa orang yang menemukan konsep jarkom ini. Gue pernah ngomongin masalah ini dengan teman-teman. Waktu itu, gue mengemukakan teori, bahwa penemu konsep jarkom ini adalah Michael Jarkom. Nah lo, kok Michael Jarkom? Sederhana saja, biasanya penemuan-penemuan besar di dunia dinamai dengan nama penemunya, untuk menghormati jasa mereka. Sebagai contoh, hukum Archimides ditemukan oleh Archimides. Hukum Pascal ditemukan oleh Blouise Pascal. Jadi, gue berpendapat bahwa penemu konsep jarkom adalah Jarkom. Lalu mengapa nama depannya Michael? Gak ada alasan khusus, kayaknya pas aja didenger, Michael Jarkom. Mirip-mirip almarhum raja pop, Michael Jackson. Keren.

King of Pop.. Aww...!!

Meskipun begitu, seperti pepatah “Tak ada gading yang tak retak”, dengan segala kelebihannya, jarkom tetep punya kelemahan. Berikut ini gue kemukakan beberapa kelemahan jarkom :

- Jarkom Macet 

Ini cukup sering terjadi. Penyebabnya simpel aja, gara gara sms nyangkut di salah satu anggota jarkom. Alasannya macem-macem, antara lain lupa forward, hape mati/lowbat/rusak, kehabisan pulsa (kasihan), operator trouble, bahkan sampai yang paling konyol, gara-gara yang bersangkutan tidur pulas. Pernah suatu ketika, ada jarkom dadakan kalo kuliah gue jam 8 kosong. Oleh ketua kelas, jarkom sudah mulai disebar sekitar jam 7 lebih. Gara-gara kelemahan gue bangun pagi, gue baru bangun jam 8.15. Ngeliat hp, ada jarkom, langsung gue forward. Tapi percuma, nasi udah jadi bubur, tinggal kasih kuah dan potongan daging, jadilah bubur ayam. Manusia-manusia tak berdosa di bawah gue jadi kecele udah nyampe kelas duluan dengan sukses, dan menemui kenyataan bahwa kuliah ditiadakan. Siapa yang disalahkan? Gak usah saling tunjuk, itu salah gue kok. Maaf.

Untuk mengantisipasi supaya jarkom gak macet, tekankan pada semua orang untuk forward jarkom ke bawah as soon as posible. Kalau lagi gak ada pulsa? Usaha dong. Udah susah, jangan males. Pinjem hp temen dan rampok pulsanya untuk nerusin tuh jarkom. Juga, untuk manusia-manusia menyedihkan yang susah bangun pagi (kayak gue), mendingan di taroh di barisan bawah aja. Biar kalaupun macet, gak banyak yang kena dampaknya. 

-Jarkom lambat

Ini lebih sering terjadi. Pernah sms yang menginformasikan kuliah kosong baru gue terima waktu gue udah nyampe kampus. Sigh. Alasannya pun hampir sama seperti jarkom macet di atas. Bisa karena yang bersangkutan tidur, gak ada pulsa, respon individu lambat, operator trouble,atau HP jadul yang lemot. Sekali lagi untuk mengantisipasinya adalah dengan menekankan setiap orang untuk meneruskan jarkomnya as soon as posible. 

-Informasi Sesat

Ini yang paling berbahaya. Meskipun kebanyakan niatnya cuma iseng. Contohnya seperti ini, misalnya si A ada di deretan jarkom di tengah. Di atasnya ada ketua kelas. Di bawahnya ada B,C,D dan E. Gara-gara si A lagi males kuliah, dia pengen cari temen buat gak masuk. Jadi dia iseng bikin jarkom kalo kuliah kosong. Dia kirim ke B. Si B, yang mengira kalau itu Official Jarkom dari ketua kelas, kontan langsung forward ke C, dan begitu seterusnya sampai ke si E. Alhasil, si B,C,D dan E nggak berangkat kuliah karena mengira kuliahnya kosong. Haha.. Ngawur.. Tindakan yang sungguh tidak bermoral. Kejadian seperti ini benar-benar pernah terjadi, kawan!

Selain itu, ada juga gitu yang iseng nambahin jarkom resmi dengan kata-kata aneh. Misalnya aja seperti ini :
-Jarkom-
Kuliah ilmu ukur tanah ntar jam 1 kosong, karena dosennya lagi tugas keluar kota.

nah, seseorang iseng. Dia ga cuma forward sms, tapi dieditnya dulu :
-Jarkom-
Kuliah ilmu ukur tanah ntar jam 1 kosong, karena dosennya lagi tugas keluar kota. Aseek..aseekk...bobook siang yuuk... :p

Hahaha.. Ada-ada aja.
Contoh nyata lainnya : 
-jarkom-
Kuliah manajemen properti nanti jam 1, gak jadi kosong. Kita tetep masuk. Jam 1 di L102.. Jangan telat!

lalu ada yang nambahin jadi :
-jarkom-
Kuliah manajemen properti nanti jam 1, gak jadi kosong. Kita tetep masuk. Jam 1 di L102.. Jangan telat! Janc*k!! Buset dah tuh dosen, plin-plan! Padahal waktunya bobok siang!!

Ngawur. Hahaha..

Belum ada formula tepat untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini. Yang penting, selalu tekankan tiap orang untuk menjunjung tinggi kejujuran. Trust. Kalo cuma nambahin jarkom buat lucu-lucuan aja, it’s ok. Asal jangan sampai buat informasi yang menyesatkan orang lain. 

Well, terlepas dari semua plus-minusnya, menurut gue konsep jarkom ini sangat bagus. Sangat cocok untuk diterapkan di kelas (gak peduli di SD, SMP, SMA ato Kuliah), jadi setiap ada pengumuman penting, bisa cepat diketahui semua orang. Tentu dengan catatan, bahwa semua orang dalam kelompok punya HP. Selain itu, seperti yang sudah gue tulis di atas, jarkom juga bisa diaplikasikan untuk hal lain, semisal UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), suatu komunitas, ibu-ibu arisan, atau bahkan kelompok kecil semisal cuma sebatas kumpulan temen-temen sepermainan. 

so..what are you waiting for? Start make your own jarkom now!!
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar