Long Distance Relation-SHIT



Hi folks.. Pernah atau sedang menjalani LDR (Long Distance Relationship) ? One that i can say, Berhati hatilah..!! Karena LDR sangatlah rentan. Gue gak asal omong. Dari survey kecil-kecilan yang pernah gue lakukan terhadap 20 orang yang menjalani LDR, termasuk gue sendiri, hasilnya sangat memprihatinkan. 14 diantaranya kandas, hanya 6 yang tetap melenggang. Itu artinya 70% kandas, dan hanya 30% yang tetap langgeng.

Mari kita analisis lebih mendalam mengapa hal ini bisa terjadi. Alasan yang paling umum adalah karena salah satu pihak, atau keduanya, tidak tahan berjauhan. Yang menyedihkan, beberapa malah "kedatangan" orang lain dalam kehidupannya.


Suatu hubungan yang dari awal LDR, cenderung lebih aman, daripada yang awalnya bukan LDR. Pernyataan ini disimpulkan dari data tadi. Menurut data, dari 20 LDR tersebut, ada 2 diantaranya yang dari awal memang LDR, dan guess what? keduanya tetap bertahan dan utuh. Rata-rata, suatu hubungan yang awalnya bukan LDR, cuma bertahan paling lama 6 bulan sejak pisah. Mengapa? The answer is simple. Mereka yang biasanya dekat, kemana-mana selalu bareng, saling jaga, saling support secara langsung, tiba-tiba berpisah. Semacam cultural shock. Semuanya terasa berbeda, tidak seperti biasanya. Bahkan, walaupun sebelum berpisah itu hubungan sudah terjalin lama, sama sekali tidak menjamin akan tetap awet.

Extreme Distance

Wajar kalau suatu LDR rentan, jarak memisahkan semuanya. Kecurigaan bertebaran, kepercayaan menipis, bertemu pun susah. Apalagi kalau jaraknya sangat ekstrim. Salah satu temen gue contohnya, selepas SMA, dia melanjutkan kuliah di Amerika, sedangkan ceweknya mendapat beasiswa ke Korea. Wtf...?! Satu-satunya tempat yang adil secara jarak untuk keduanya bertemu adalah di Samudra Pasifik. Karena sulit, setelah mencoba bertahan selama beberapa bulan dengan sarana telpon antar benua yang mahal, atau WebCam via YM, (jaman itu, sekitar 2007, belum musim Skype) akhirnya keduanya memilih mengakhiri hubungan secara baik-baik.

Menurut data, kebanyakan dari LDR yang sad ending dipicu oleh pihak cewek. Dari 14 LDR yang kandas itu, sebanyak 9 LDR diputuskan oleh ceweknya. Itu artinya, hanya 5 yang disebakan oleh cowok. Gue bukannya mau diskriminatif, atau berpihak pada kaum adam. But, This is the fact. Lalu mengapa bisa begitu? Menurut pendapat gue, cewek itu lebih sensitif dan perasa. Orang bilang, cewek itu bertindak berdasarkan perasaan, jadi kadang tindakan mereka tidak rasional. Itulah mengapa, terkadang cewek sulit dimengerti oleh cowok, yang bertindak berdasarkan logika.

Ancaman lebih besar mengancam apabila terdapat “pihak ketiga”. Ada istilah kalau seorang lelaki dan perempuan yang bukan muhrim saling berdekatan, maka pihak yang ketiga adalah setan. Tapi karena pasangan LDR saling berjauhan, in this case, the evil is not exist. Pihak ketiga yang mungkin muncul adalah manusia. Berdasarkan data, cewek lebih rentan terkena pengaruh “manusia ketiga” dibanding cowok.


Ketika pasangannya jauh, segala perhatian akan berkurang, yang mengakibatkan (biasanya) satu pihak mulai merasa jenuh. Mereka lantas mulai berpikir kalau pasangannya sudah mulai berubah. Padahal ini, sekali lagi, karena jarak, bukan karena si pasangan sudah gak sayang. Nah, ketika kemudian ada orang lain yang ada di dekatnya, dan bisa buat dia merasa nyaman, perlahan rasa mulai berubah, dan mulailah dapat feel dengan manusia antah berantah ini.

Daaan.. Ini ibarat bom waktu, saudara-saudara..!!
Satu saja pemicunya...Duuuer...Tanpa penghormatan, Bubar Jalan..!!

Be Careful... It's Fragile..




Cerita seperti ini sering terjadi, bukan? Meskipun begitu, hey, segala sesuatunya berpulang pada pribadi masing-masing.


Menurut gue, kunci untuk tetap langgeng dalam LDR adalah komitmen kedua belah pihak. Biasanya ada pada saling pengertian dan percaya, komunikasi rutin, sabar, dan tentu saja pertemuan berkala.

Tanpa memegang teguh komitmen, yang intinya ada pada saling percaya, mustahil suatu LDR akan berjalan mulus. Satu hal lagi, ketika terjadi perselisihan, salah satu pihak harus ada yang mengalah. Kalau kedua belah pihak bisa menerapkan ini secara konsisten, alhasil, LDR bukanlah menjadi masalah. Semoga saja.

Can you...??!

Yap. Ini cuma tulisan iseng dari seseorang yang pernah gagal menjalani LDR. Even i'm still love her, the distance beetween us made everything harder. So, sometimes its better to broke up for a while.

Dengan semua kendala dan masalah yang muncul dalam menjalaninya, akan lebih tepat kalau LDR diartikan sebagai “Long Distance Relation-SHIT” 

This Note based on true story, semuanya gue ambil dari cerita orang-orang di sekitar gue.
Last wor for me
, Selalu berhati-hatilah dalam menjalani LDR. Tetap waspada.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

7 komentar:

  1. Ketika jarak memisahkan segalanya..
    TRUST is everything..

    BalasHapus
  2. pak...orang bpkp banyak yg dipaksa LDR...

    BalasHapus
  3. Tapi kalo udah umur segini, nu..
    ada satu cara ampuh lo untuk menyiasatinya..

    Nikahi.. lalu boyong kemanapun kamu berada.. :D

    BalasHapus
  4. LDR emang susah buat dijalani,,
    deket aja bisa punya cabang, apalagi klo jauh..

    BalasHapus
  5. Hahaha...
    Tergantung oragnya sih...
    Kalau pegang komitmen, gak ada yang mustahil kok..

    BalasHapus
  6. Emang sih smua itu tergantung sama orangnya..
    Tp kenyatannya banyak yg gagal dari pada yg masih aman,, apalagi klo LDR itu lebih banyak godaannya..
    Hahaha

    BalasHapus
  7. Long distace relation-shit ya..hahaha

    BalasHapus